Posted by: itnazious | January 11, 2010

Perjalanan Singkat ke Tegal, Purbalingga & Purwokerto

Aku kembali lagi ke kota ini.. Setahun sudah aku meninggalkan kota tempat kelahiran sahabat lama, orang-orang yang kucinta. Yaah..tepat sekali satu tahun yang lalu, pada saat Natal tiba. Memang sempat kuucapkan niat dan janjiku untuk kembali lagi, untukku, untuknya, dan untuk mereka..

Setahun yang lalu aku tiba di kota ini sudah larut malam krn memilih naik bus. Kali ini aku lebih memilih naik kereta api jadi sampai disana masih bs melihat matahari Tegal. Oya, tips buat teman-teman yang ingin melakukan perjalanan ke Cirebon/Tegal, kereta bisa jadi pilihan murah dan menyenangkan. Cukup naik Cirebon Express (Cirex) kita sampai di tujuan dengan biaya yang cukup terjangkau. Jika kantong mulai kempes cobalah naik yang kelas bisnis karna hanya Rp. 75.000 saja. Tapi jika ingin merasakan sejuknya AC bisa pilih yang kelas Executive dengan merogoh kocek Rp. 105.000.  Untuk tujuan Tegal, Cirex hanya ada di jam 11.00 WIB dan jam 18.35 WIB.  Jika kalian kehabisan tiket yang ke Tegal, kalian bisa naik yang ke Cirebon dan menunggu sebentar sampai kereta yang ke Tegal datang jadi kalian bisa naik kereta tersebut tanpa harus merogoh kocek lagi.  Kalian tak perlu tanya apapun ke petugas kereta api di stasiun soalnya bisa aja kalian diminta bayar Rp. 25.000. Langsung aja naik kereta Cirex berikutnya, yang penting kalian harus tau dulu jadwalnya (pengalamanku kemaren disuruh bayar Rp. 25.000 lagi).

 

Karna tiba di kota Bahari masih sore, aku masih bisa istirahat semalaman, tidur dengan nyenyak disana. Sedikit ngobrol dengan kawan lama di tempat tidurnya sambil melepas rindu karna satu tahun tak bertemu.  Sebenarnya aku ingin sekali tidur di hotel karna beberapa alasan cuma tak enak juga karna punya teman di kota itu. Jadi aku kurang tau harga hotel di daerah ini. Lain kali aku coba survey lagi kesana. Aku janji untuk hal satu ini!. hehehe..

Keesokan harinya, bangun pagi-pagi sekali kita bersiap-siap jalan ke Purbalingga (sempat menyebutnya Purwokerto dan temanku protes karna yang betul Purbalingga ;-P ). Dengan mobil teman kita mengarungi kota-kota kecil yang masih alami. Kita pergi ke Owabong, semacam waterboom kalau di Jakarta, tapi disini suasananya masih alami.

Untuk ukuran kolam di daerah Jawa Tengah pada umumnya, Owabong memang boleh dibilang besar. Ada beberapa kolam yang dilengkapi dengan beberapa permainan. Ada pula kolam yang di desain mirip dengan pantai, yaitu ada pasir putih di pinggir kolamnya.  Saya sempat mencoba banana boat (meskipun tanpa boat hehehe). Lumayan seru permainannya. Tapi permainan ini didominasi oleh laki-laki. Untung saya bawa teman lelaki yang akhirnya bisa membuat saya naik ke atas banana tersebut. Sayangnya, belum sempat saya menikmati enaknya di atas banana, gerombolan laki-laki yang ada di kolam renang keburu membalik dan menenggelamkan banana yang saya naiki. Tapi, memang disinilah kenikmatannya.. Sempat merasakan hampir tenggelam dan menelan cukup banyak air kolam (kolamnya sih ga dalem, tapi karna aku tak bisa renang jadi parno sendiri hhihihih…)

Selain kolam renang, di Owabong juga menyajikan berbagai permainan bagi para pengunjung. Aku dan dua temanku mencoba masuk ke dalam bola bening dan kita digelindingkan di air. Seerruuu…!! Hampir kehabisan nafas di dalam. Bagaimana tidak? tiga orang dalam satu bola. Salah satu teman lelakiku dengan kekuatan menghisap udara yang luar binasa hahahha…piss Nduuuut….lop you…

Buat yang suka meluncur dari ketinggian, Owabong menyajikan flying Fox. Walaupun tak terlalu tinggi, setidaknya bisa membuat kita merasa ser-seran ketika meluncur. Ada juga teater 4 Dimensi (red: 4 Delengan, bahasa Purbalingganya loh..) buat yang ingin santai-santai sambil nonton film bersama anak-anak tercinta. Yang menurutku paling seru dari tempat ini adalah fish therapy (terapi ikan). Ada kolam khusus yang digunakan untuk terapi ini. kita harus merogoh kocek Rp. 10.000 untuk bisa masuk ke arena ini. Awalnya buat yang ga tahan geli pasti kalian akan tertawa terpingkal-pingkal atau bahkan terkencing-kencing di celana (untungnya sih pakaian masih basah karena abis berenang kikikikii). Ketika pertama kali memasukkan kaki ke kolam, ikan-ikan kecil akan segera mengerumuni kaki kita dan menciuminya berulang-ulang. Sumpah..!! disinilah letak serunya.. Lama-kelamaan ikan-ikannya pasti akan pergi kalau sudah cukup lama kita memasukkan kaki atau anggota badan yang lain. Jika kalian punya penyakit atau kaki kalian baunya maha dahsyat, aku yakin semua ikan di kolam larinya ke kaki kalian :D. Sebelum meninggalkan Owabong, aku juga sempat mencoba permainan Gokar. Dengan mambayar Rp. 40.000/ orang kita bisa menikmati Gokar dengan 5x putaran tapi sayangnya aku tak mengendarainya sendiri. Aku di bonceng si Ndut muter-muter track. Gokar sempat mogok pas ada tanjakan. Pastinya gara-gara kita berdua sama-sama ndutnya… Kita berputar-putar dengan Gokar lebih dari 5 putaran. Aku rasa abang-abang yang jaga lupa dan ga ngitungin…Alhamdulillaaah..

Keluar dari Owabong hari masih panas. Kita melanjutkan perjalanan ke Purwokerto. Tak tau apa nama daerahnya tapi jalanannya agak mengerikan. Kita bela-belain kesana cuma untuk satu makanan yang sebenarnya bisa didapat di mana aja. Yak..kita cari durian. Tapi memang kita menemukan durian yang konon katanya baru aja dipetik dari poonnya. Harga durian disni yang pasti memang lebih murah dan rasanya (dijamin->abang pedagang durian) enak. Tapi emang mak nyuuss sih karna berasa masih segerrr..hehehhe lebai.com.

Hhmmm…perjalanan ke Purbalingga dan Purwokerto berakhir sudah. Sampai di rumah teman sudah malam. Lelah tapi menyenangkan… I got shocking kisses from the fish and him…WOW!! Never forget this part hahahhaah….

Keesokan harinya, aku pergi ke pantai di daerah Tegal. Pantai Alam Indah (PAI) namanya. Pantai disini tak terlalu landai. Ketika memasuki gerbang kita bisa langsung melihat dengan jelas air dan ombaknya yang menggulung-gulung. Walaupun tak bisa menikmati & bermain pasir di pinggir pantai, tapi aku tetap bisa menikmati indahnya air laut serta baunya yang asin, amis (maklum pantai disini dipakai buat nelayan juga).

Di pantai ini kita bisa berjalan ke tengah karna ada semacam dermaga dimana kita bisa jalan di atasnya. Agak sedikit mengerikan sih buatku karna jalanan yang dibuat hanya terbuat dari kayu-kayu yang ditata, sedangkan gelombang dipantai ini tergolong besar. Ngeri aja kalau tiba-tiba roboh dan byuuuuurrrr…. apalagi aku kan ga bisa renang sama sekali. Kolam renang aja aku takut apalagi laut..huuuuuuuu…..

Di ujung dermaga ada sebuah kapal yang diparkir (kayak mobil aja) dan dijadikan restauran. pasti menyenangkan bisa menikmati seafood di atas kapal langsung.. Sayangnya aku tak sempat mencoba karna lebih asyik bermain-main air dan foto-foto (narsis dikit boleh kaaan), foto bareng si Ndut yang aku yakin dia sebenernya ga mau difoto uups..!!.

Untuk wisata kuliner di Tegal belum semuanya kucoba. Ada makanan yang namanya lengko. makanan ini mirip sama gado-gado kalau di Jakarta. Terbuat dari toge, tahu, tempe, ditambah sambel kacang. mirip kaaan.. Ada juga kupat blengong, semacam sate yang terbuat dari daging bebek yang keturunan mentok (atau sebaliknya heheh) dan diberi kuah kuning-kuning kentel. Hmmm..kalau yang tak biasa pasti rasanya aneh. Aku juga ngerasain kayak gitu, maklum udah biasa dengan makanan Solo & Jogja. Malam hari kita bisa menikmati indahnya malam di Tegal Laka-Laka (kata temen ini artinya Cuma satu-satunya). Disini aku minum teh poci sepuasnya ditambah dengan tempe mendoan yang didampingin dengan sambel kecap.. yang satu ini aku berani bilang Mak Nyuuzz.. *pak Bondan mode on  hahahhaah :D

Well, sebenernya masih pengen berlama-lama di Tegal… Tapi sayang aku harus pulang karna harus kerja. Kembali ke habitat kantor yang agak-agak aneh (red: kayaknya lain kali aku akan cerita tentang keanehan kantorku deeh…). Kembali ke Jakarta membawa kebahagiaan dan sedikit kekecewaan. Pas sampai Jakarta lebih banyak kecewanya ternyata (kalau yang ini ga perlu diceritain).

Anyway…seneng banget bisa ke Tegal lagi, jalan-jalan lagi… Kali ini aku berjanji pada diri sendiri kalau aku akan kembali lagi kesana. Hmmm…mungkin tak sampai 1 tahun lagi, pasti bukan di hari libur lagi… Kata Ndut kalau mau main kesana lebih baik hari biasa aja.. Olrait…!!! Mudah-mudahan kedatanganku yang berikutnya akan lebih menyenangkan dan lebih indah dari kemarin.. tak ada lagi pertengkaran yaaa… Dan pastinya bisa jala-jalan lagi ketempat yang belum pernah kujamah. Guys..will you accompany me again…?

;-p


Responses

  1. Thx tuk infonya…brguna bgt buat aq nie, coz kdg2 ada urusan k tegal n pastinya naik agromuria jurusan semarang. tiketnya lmyn mahal..so skrg pny alternatif lain naik ini sipp lahh :))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: